-->
Menilai Orang dari Akun Instagramnya, Bisa?

Menilai Orang dari Akun Instagramnya, Bisa?

Menilai Orang dari Akun Instagramnya, Bisa?

introspeksi diri di akhir tahun 2017


Siang ini Jogja cerah dan cukup panas tentunya. Sholat Jumat telah usai dan aku mampir ke warung serba murah untuk sekedar melepas dahaga sambil melihat banyak pameran yang terpampang di instagram, seperti halnya yang dilakukan kebanyakan anak muda, scroll dan ketuk 2x gambarnya, begitu seterusnya. Itung-itung buat ngasih apresiasi kepada pameran-pameran yang ditampilkan pengguna IG.

Pameran buku? Bukan!
Pameran teknologi? Juga bukan!
Pameran karya kreatif? Apalagi bukan!

Kali ini aku terpaku kepada beberapa pameran yang ditampilkan. Yang biasanya aku iseng-iseng lihat akun IG orang lain untuk sekedar tau berapa banyak followers dan juga berapa banyak yang mereka follow. Gak penting sih, apalagi membuat aku suudzon, berburuk sangka, tiap kali menemukan akun dengan jumlah followers yang lebih banyak berkali lipat ketimbang jumlah yang di-follow. Sombong ya?

Gak juga sih, emang mereka cukup populer. Itu lah pameran yang biasanya aku liat. Tapi, kali ini yang aku lihat adalah pameran yang lain.

Biar kreatif, baca ini yuk!


Introspeksi Diri di Akhir Tahun: Kekurangan atau Aib Emang Harus Ditutupi

introspeksi diri di akhir tahun 2017


Benar gak sih kalau kekurangan kita itu harus kita tutupi? Pasti ada yang mengiyakan, ada pula yang tidak sependapat. Gak penting sih pendapatnya bagaimana, tapi teman-teman bisa melakukan observasi sederhana di waktu senggang kalian. Silahkan buka akun IG kalian dan mulai berselancar.

Yang pertama kali aku, mungkin juga kalian, temukan adalah kekurangan secara finansial. Tak lagi mengagetkan ketika kita menemukan orang yang, mohon maaf, rumahnya biasa-biasa aja tapi tampilannya layaknya orang berduit. Ada? Banyak! Tak hanya tampilannya, tapi apa yang mereka pamerkan di akun instagramnya juga seolah menjadi cerminan atas apa yang mereka miliki. Nongkrong di sana sini, makan ini itu, jalan ke sana kemari, dll. Sama sekali berbeda dengan apa yang mereka punya. Ckckckck..


Introspeksi Diri di Akhir Tahun: Mau Tau Pameran Selanjutnya?

introspeksi diri di akhir tahun 2017


Lulus sekolah atau kuliah dan sudah cukup lama tak bertemu. Coba cek akun IG teman-teman kalian. Sudah seberapa jauh berbeda? Tidak sedikit berbeda, tapi banyak sekali yang sangat berbeda. Dulu pas SMP atau SMA terlihat alim, sekarang? Dulu pas kuliah terlihat paling pintar dan aktif, sekarang? Apa lagi yang akan mereka pamerkan?

Hidup memang seperti itu. Lain lingkungan, lain penampilan. Dulu pas masa remaja aktif di kegiatan agama, dewasanya tak lagi aktif, bahkan terlihat sebaliknya. Dulu pas kuliah selalu mendapatkan IPK terbaik, sekarang tak kunjung dapat kerja. Ada? Banyak! Pameran-pameran akan ada untuk "menutupi" apa yang mereka rasa kurang.

Sebagai contoh, beberapa dari teman kalian pasti ada yang sering posting produk jualan online mereka. Memang ada sih yang sukses dan meraup profit yang cukup tinggi, tapi banyak juga yang menjadikan onlineshop mereka hanya sebagai kedok, tak mau terlihat nganggur. Coba cek lebih dalam lagi, berapa jumlah followersnya dan silahkan perhitungkan berapa item yang kira-kira berhasil mereka jual kepada followersnya.


Biar gak kelihatan nganggur, mending nglakuin ini.


Kadang lucu sih memang ketika melihat beberapa orang yang posting bisnisnya, jasanya, eventnya atau apa lah. Seperti menjual mobil, rumah, tanah, dll yang harganya ratusan juta atau bahkan ribuan juta, tetapi followersnya adalah anak-anak muda atau orang-orang yang membayangkan membeli aja tak sanggup, apalagi melarisi apa yang mereka tawarkan. Mungkin hanya strategi marketingnya aja yang payah, atau hanya untuk pamer? Oops.


Jika onlineshop adalah jiwamu



Introspeksi Diri di Akhir Tahun: Udah Lah Kawan, Biasa Aja

introspeksi diri di akhir tahun 2017


Hidup tak selalu diukur dengan materi. Kesuksesan tak selalu diukur dengan posisi pekerjaan yang sedang dijalani. Yang selalu tampil apik dengan makeupnya, pakaiannya, kendaraannya, mudah-mudahan juga apik hatinya. Yang berjualan online, mudah-mudahan dilancarkan rejekinya. Yang terpenting adalah jujur dengan apa yang kita capai dan apa yang kita punya. Oiya jangan lupa, yang penting halal ya, Kawan!

Nah, setelah asik berselancar, pameran apa yang kalian dapat?
Sekarang, balik lah menilai apa yang aku pamerkan. Jangan menyangkal juga ketika kalian dinilai balik. 

Hahaha.. Hidup jaman now memang seperti itu. Saling pamer dan saling menilai. Berhenti menilai dan mereka akan berhenti pamer!
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Advertiser